Riwayat Perkembangan

PUSPICS didirikan pada tahun 1976 sebagai suatu wadah kerja sama antara Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional (Bakosurtanal) dengan Fakultas Geografi UGM. Perintis pendirian PUSPICS adalah Prof. Dr. Sutanto dengan dukungan langsung dari Prof. Kardono Darmoyuwono, yang pada saat itu merangkap jabatan sebagai dekan Fakultas Geografi UGM dan sekaligus Deputi bidang Survei Sumberdaya Alam di Bakosurtanal. Sebelum itu, Prof. Dr. Sutanto telah mengepalai Seksi Penafsiran Potret Udara di Fakultas Geografi, dan menjadi orang pertama di fakultas ini yang memperoleh pendidikan penginderaan jauh di ITC Delft, Negeri Belanda pada tahun 1970.

PUSPICS pada awalnya bertugas untuk memberikan pendidikan dan pelatihan di bidang survei dan pemetaan, khususnya penginderaan jauh, serta survei terpadu (integrated survey). Peserta kursus datang dari berbagai lembaga di Indonesia, baik swasta maupun negeri, praktisi ataupun dosen. Pada tahun 1979, Jurusan Penginderaan Jauh (S1) didirikan dan memperoleh dukungan penuh dari PUSPICS. Pada tahun 1983 Program Pascasarjana S2 Penginderaan Jauh menyusul dan seluruh aktivitasnya berpusat di lingkungan PUSPICS, seperti halnya program S1. Dalam perjalanan waktu, Jurusan Penginderaan Jauh dilebur dengan Jurusan Kartografi menjadi Jurusan Geografi Teknik (1985-1993), dan kemudian menjadi Jurusan Kartografi dan Penginderaan Jauh (1993-2005), di mana penginderaan jauh menjadi salah satu minat studi; dan mulai 2006 Program Studi Kartografi dan Penginderaan jauh menjadi bagian dari Jurusan Sains Informasi Geografis dan Pengembangan Wilayah. Perubahan-perubahan yang terjadi selama itu tidak mengubah posisi PUSPICS sebagai jantung aktivitas dosen dan mahasiswa Penginderaan Jauh dan SIG.

Dalam 20 tahun terakhir, PUSPICS juga dipercaya untuk mendampingi Bakosurtanal dalam memberikan pelatihan pada staf survei pemetaan dari berbagai negara berkembang, dari Azerbaijan di perbatasan Eropa Timur hingga Fiji di Pasifik Selatan, dan dari Maladewa di samudera Hindia hingga Mongolia di Utara. Keterlibatan ini memperkokoh status PUSPICS sebagai salah satu Pusat Nasional (national centres) dan bahkan Pusat Regional untuk Pendidikan dan Pelatihan Penginderaan Jauh dan Sistem Informasi Geografis. Pada saat ini, ketika berbagai bidang kajian spasial mulai mengerucut pada suatu bidang kajian baru yang disebut sains informasi geografis (Geographic Information Science, GISc), maka PUSPICS pun mencoba meningkatkan relevansi kehadirannya dengan memberikan pelatihan di bidang SIG, GPS dan bidang pemetaan lain seperti pemetaan digital. Selain memberikan pelatihan, PUSPICS juga mempunyai sejarah panjang di bidang penelitian kerja sama. Kerja sama dengan Bakosurtanal tentu saja merupakan salah satu aktivitas yang paling menonjol, di samping kerja sama dengan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), Departemen Transmigrasi, Departemen Dalam Negeri, berbagai Bappeda provinsi maupun kota dan kabupaten. Kerja sama luar negeri telah banyak dilakukan, misalnya dengan World Bank, ITC Belanda, Masyarakat Eropa, dan Australia.

Pengelola-pengelola PUSPICS terdahulu:

  • 1976 – 1981 : Prof. Dr. Sutanto, Prof. Surastopo Hadisumarno, dan Drs. Goenadi
  • 1981 – 1991 : Prof. Dr. Sutanto, dan Drs. Goenadi
  • 1992 – 1996 : Prof. Dr. Dulbahri, Prof. Dr. Hartono DEA, DESS dan Drs. Goenadi
  • 1996 – 2001 : Prof. Dr. Hartono, DEA, DESS, Dr. R. Suharyadi, MSc dan Drs. Goenadi
  • 2001 – 2004 : Prof. Dr. Totok Gunawan, MS., Dr. Prapto Suharsono, MSc dan Prof.Dr. Dulbahri
  • 2004 – 2006 : Dr. Prapto Suharsono, MSc., Prof.Dr.Totok Gunawan dan Dr. Sigit Heru Murti, MSi
  • 2006 – 2008 : Prof. Dr. Totok Gunawan, MS., dan Drs. Zuharnen, MS
  • 2008 – 2010 : Drs. Projo Danoedoro, MSc., PhD, Dr. Retnadi Heru Jatmiko, M.Sc., dan Dr. Sigit Heru Murti, MSi.
  • 2010 – 2017 : Drs. Projo Danoedoro, MSc. dan Dr. Sigit Heru Murti, MSi.

Leave a comment

You must be logged in to post a comment.