PJ Penggunaan Lahan

Registrasi  Mahasiswa Baru Beasiswa BPPDN 2013
(update 25 Juli 2013)

Ingin Mendaftar ke Program S2 Penginderaan Jauh?
(update 7 Juli 2011)

Apakah Anda Terdaftar sebagai Mahasiswa S2 PJ di Dikti?

Cek di sini .  dan juga di sini
Perhatian: Data yang ditampilkan di website Dikti ini tidak selalu merupakan yang terbaru...

Status dan Kemajuan Studi Mahasiswa
(Update 25 Oktober 2013)


Siapa Ujian Proposal/TesisBulan Ini?
(Update 19 Agustus 2013)


Jadwal Kuliah
Jadwal kuliah semester ganjil 2013/2014 -- yang juga memuat jadwal semester genapa bagi mahasiswa angkatan 2012 intake Januari/Februari 2013.

(Update 9 September 2013)

 

TANGGAL-TANGGAL PENTING
UNTUK SEMESTER 1 T.A. 2013/2014

(update 25 Juli 2013.  Mohon dicek kembali ke DA UGM)

 Kalender akademik UGM 2013/2014 secara lengkap dapat diunduh melalui link ini.

 


Original design by Denise Michison

KLASIFIKASI POHON KEPUTUSAN UNTUK KAJIAN PERUBAHAN PENGGUNAAN LAHAN KOTA SEMARANG MENGGUNAKAN CITRA LANDSAT TM/ETM+

Like Indrawati
Pembimbing: Hartono dan Sunarto


Penelitian ini mengambil lokasi di Kota Semarang. Tujuan penelitian ini adalah : (1) membandingkan tingkat akurasi peta penggunaan lahan hasil klasifikasi pohon keputusan dengan peta penggunaan lahan hasil klasifikasi kemiripan maksimum yang diintegrasikan dengan sistem informasi geografis; (2) inventarisasi penggunaan lahan Kota Semarang menggunakan metode klasifikasi yang memiliki akurasi tertinggi pada data citra Landsat multiwaktu ; (3) mengkaji perubahan penggunaan lahan Kota Semarang hasil klasifikasi yang memiliki tingkat akurasi lebih tinggi.


Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan klasifikasi pohon keputusan untuk pemetaan penggunaan lahan yang menggabungkan 6 saluran spektral citra Landsat TM/ETM+ path/row 120/65 perekaman tahun 1994, 2002 dan 2006 dengan layer pendukung lain, yaitu : peta-peta hasil Transformasi Kauth dan Thomas, NDVI (Normalized Difference Vegetation Index), NDBI (Normalized Difference Building Index), Indeks Vegetasi, serta data spasial seperti peta bentuklahan, peta tanah, peta elevasi dan peta lereng. Sebagai pembanding  dipilih  klasifikasi kemiripan maksimum yang diintegrasikan dengan sistem informasi geografis untuk diturunkan menjadi peta penggunaan lahan. Klasifikasi penggunaan lahan yang digunakan memiliki dua tingkat kerincian yang berbeda yaitu untuk skala 1 : 100.000 dan 1 : 250.000. Hasil dari kedua metode di atas selanjutnya dibandingkan tingkat akurasi keseluruhan, akurasi pengguna, dan akurasi produser serta Indeks Kappa. Tingkat akurasi yang tertinggi akan dijadikan sebagai data untuk inventarisasi penggunaan lahan Kota Semarang. Metode selanjutnya adalah mengkaji perubahan penggunaan lahan Kota Semarang secara visual menggunakan jaringan jalan dan Peta RTRW Kota Semarang Tahun 2000-2010.


Pada penelitian ini menunjukkan bahwa peta penggunaan lahan hasil  klasifikasi pohon keputusan memiliki tingkat akurasi keseluruhan (overall accuracy) serta Indeks Kappa yang lebih tinggi daripada hasil klasifikasi kemiripan maksimum yang diintegrasikan dengan sistem infromasi geografis. Hasil klasifikasi penggunaan lahan tingkat I memiliki akurasi yang lebih baik daripada klasifikasi penggunaan lahan tingkat II. Untuk klasifikasi tingkat I pada peta tahun 1994 diperoleh akurasi 54,14% dengan indeks Kappa 0,4822 untuk klasifikasi kemiripan maksimum dan akurasi 66,34% dengan indeks Kappa 0,6256 untuk klasifikasi pohon keputusan. Pada peta tahun 2002 diperoleh hasil akurasi keseluruhan 75,12% dengan indeks Kappa 0,713 untuk klasifikasi kemiripan maksimum dan akurasi 81,46% dengan indeks Kappa 0,787 untuk klasifikasi pohon keputusan. Pada peta tahun 2006 diperoleh akurasi keseluruhan 78,05% dengan indeks Kappa 0,7641 untuk klasifikasi kemiripan maksimum dan akurasi 82,45% dengan indeks Kappa 0,805 untuk peta penggunaan lahan hasil klasifikasi pohon keputusan. Perubahan penggunaan lahan di Kota Semarang mengarah pada berkurangnya lahan pertanian dan perkebunan dan bertambahnya permukiman dan industri.
 
Kata Kunci : klasifikasi pohon keputusan, klasifikasi kemiripan maksimum, penggunaan lahan, perubahan penggunaan lahan


 

MODEL SIG-BINARY LOGISTIC REGRESSION UNTUK PREDIKSI PERUBAHAN PENGGUNAAN LAHAN (STUDI KASUS DI DAERAH PINGGIRAN KOTA YOGYAKARTA)
(Riset Tesis di Program Studi  Teknik Geodesi dan Geomatika, Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian, Istitut Teknologi Bandung)

Bowo Susilo
Pembimbing : Albertus Deliar, Agung Budi Harto

Dinamika perubahan penggunaan lahan selalu menarik dan penting untuk diteliti karena berkaitan dengan berbagai isu global. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengkaji dan memprediksikan perubahan penggunaan lahan secara spasial menggunakan integrasi model regresi logistik biner dan SIG dan (2) mengkaji validitas model dalam memprediksikan perubahan penggunaan lahan. Penelitian berlokasi di enam wilayah kecamatan di daerarah pinggiran Kota Yogyakarta.

Perubahan penggunaan lahan diprediksikan berdasarkan nilai probabilitas yang dihitung menggunakan model binary logistic regression. Variabel prediktor perubahan ditentukan secara a priori kemudian dipilih berdasarkan uji statistik dengan metode Spearman dan Mann-Whitney. Model binary logistic regression yang digunakan adalah:  Y =  0,8963 - 0,0200 X1 + 0,3551 X2 - 0,0002 X3 - 0,0002 X4 + 0,0003 X5 + 0,0007 X6. Enam variabel prediktor dalam model tersebut adalah: (1)jarak terhadap jalan utama, (2) jarak terhadap jalan lokal, (3) jarak terhadap kampus, (4) jarak terhadap lahan terbangun, (5) jarak terhadap pusat perekonomian dan (6) kepadatan jaringan jalan. Validitas model dalam memprediksikan perubahan Penggunaan lahan dianalisisis menggunakan metode ROC (Relative Operating Charactristic) dan tabulasi silang. Validitas model direpresentasikan dengan nilai  actual agreement  dan koefisien statistik Kappa ().

Model SIG-binary logistic regression menghasilkan prediksi perubahan penggunaan lahan yang bersifat spasial. Kategori perubahan hasil prediksi dan kategori perubahan aktual memiliki nilai actual agreement 81,8%  dan koefisien statistik Kappa 0,24. Nilai koefisien statistik Kappa menunjukkan kesesuaian antara prediksi dan kondisi aktual termasuk dalam kategori fair agreement. Prediksi yang dihasilkan dari Model SIG-binary logistic regression cenderung bersifat over estimate.

Kata Kunci : SIG, binary logistic regression, perubahan penggunaan lahan

Lastest News

- Posted at 03/03/14 - 10:03 PM

REMOTE SENSING WORKSHOP DAN GUEST LECTURE
KERJASAMA PROGRAM PASCASARJANA FAKULTAS GEOGRAFI UGM DAN BIOPHYSICAL REMOTE SENSING GROUP, UNIVERSITY OF QUEENSLAND (UQ)

Senin-Selasa, 17-18 Februari 2014 di PUSPICS Facultas Geografi UGM

Kerjasama antara Program Pascasarjana dan PUSPICS Fakultas Geografi UGM dengan Biophysical Remote Sensing Group, School of Geography, Planning and Environmental Management, Universitas Queensland (UQ), Australia terus berlanjut, semenjak ditandatanganinya MoU antara UGM dengan UQ di tahun 2011.  Diawali dengan kunjungan ketua PUSPICS/Kaprodi S2 Penginderaan Jauh (PJ) Fakultas Geografi, Dr. Projo Danoedoro ke UQ di Brisbane untuk menerima UQ Indonesia Alumni Award pada bulan November 2011, pihak UQ mengirim Prof. Stuart Phinn dan Dr. Chris Roelfsema ke Fakultas Geografi UGM pada bulan Oktober 2012.  Pertemuan 2012 tersebut diisi dengan saling memperkenalkan diri dalam bidang keahlian di antara mereka berdua dan staf pengajar penginderaan jauh, dan dilanjutkan dengan kuliah tamu, workshop kurikulum baru S2 Penginderaan Jauh, dan bimbingan lapangan mahasiswa S1, S2 dan S3 yang mengambil topik penelitian mangrove, padang lamun dan terumbu karang di Kepulauan Karimunjawa.

Prof. Stuart Phinn (
http://www.gpem.uq.edu.au/stuart-phinn) dan Dr. Chris Roelfsema (http://www.gpem.uq.edu.au/chris-roelfsema) memberikan kuliah tamu tentang: Current Trends in Remote Sensing Studies, Coral Reef Remote Sensing dan Research Methods in Remote Sensing.  Di samping itu, mereka juga memberikan evaluasi/masukan atas presentasi para calon doktor geografi (terutama dengan minat penginderaan jauh). Acara ini juga memunculkan doktor-doktor baru, agak baru, dan dosen KPJ yang hampir doktor mendampingi Prof. Stuart Phinn dan Dr. Chris Roelfsema.

Selengkapnya.....

REKOMENDASI MATA KULIAH UNTUK MAHASISWA BARU S2 PJ (ANGKATAN 2013 YANG MASUK JANUARI/ FEBRUARI 2014)

Mahasiswa baru S2 PJ (angkatan 2013 yang masuk bulan Januari/Februari) direkomendasikan mengambil matakuliah-matakuliah berikut:

1. Kartografi: Konsep dan Teknik Pemetaan
2. Ilmu Kebumian 
3. Sistem Penginderaan Jauh Pasif: Multispektral, Termal dan Hiperspektral
4. Pengolahan dan Analisis Citra Digital  Penginderaan Jauh 
5. Sistem Informasi Geografis: Basis Data dan Infrastruktur Data Spasial
6. Sistem Penginderaan Jauh Aktif: Radar dan Lidar
7. Sistem Informasi Geografis untuk Pemodelan Spasial
8. Kuliah Kerja Lapangan S2.

Informasi detil bisa dilihat di sini.


DOKTOR BARU

Prodi S2 Penginderaan Jauh bertambah dua doktor baru, dengan lulusnya dua staf pengajarnya. Mereka adalah Dr. Noorhadi Rahardjo, MSi, PM dan Dr. Sigit Heru Murti BS, MSi,  Dr. Noorhadi Rahardjo lulus ujian terbuka promrosi doktor pada 7 Desember 2013 dengan topik kajian mengenai harga lahan; sementara Dr Sigit Heru Murti lulus ujian promosi doktor pada 1 Februari 2014 dengan topik tentang estimasi produksi pertanian. Selamat ! dan semoga segera disusul oleh dosen-dosen lainyang saat ini sedang berjuang menyelesaikan studinya.
 

KEGIATAN DOSEN DAN MAHASISWA S2 PENGINDERAAN JAUH DALAM ACRS KE-34 2013 DI BALI

Acara ACRS yang bertema “Bridging Sustainable Asia” berlangsung dari 20 – 25 Oktober 2013, dilanjutkan dengan Summer School dari 26 – 30 Oktober 2013.  Panitia penyelenggara adalah Masyarakat Penginderaan Jauh Indonesia (MAPIN/ ISRS) bekerjasama dengan ISPRS (International Society for Photogrammetry and Remote Sensing).  Total peserta ACRS adalah 1277 orang, di mana sekitar 700 peserta berasal dari luar negeri. Dari sekitar 1000 abstrak, dipilih sekitar 600 makalah yang dapat disajikan dalam bentuk poster dan dipresentasikan.  Selain Dr. Projo Danoedoro, dosen FGe yang hadir dan melakukan presentasi dalam ACRS adalah Muhammad Kamal SSi MGIS dari Universitas Queensland Australia.  Di samping itu ada 22 mahasiswa FGe (S1 dan S2) yang terlibat sebagai panitia dan sekaligus mengirim makalah untuk disajikan dalam bentuk poster maupun presentasi oral.

Selengkapnya...

Author: -

General