PJ untuk Kelautan dan Pesisir

Registrasi  Mahasiswa Baru Beasiswa BPPDN 2013
(update 25 Juli 2013)

Ingin Mendaftar ke Program S2 Penginderaan Jauh?
(update 7 Juli 2011)

Apakah Anda Terdaftar sebagai Mahasiswa S2 PJ di Dikti?

Cek di sini .  dan juga di sini
Perhatian: Data yang ditampilkan di website Dikti ini tidak selalu merupakan yang terbaru...

Status dan Kemajuan Studi Mahasiswa
(Update 25 Oktober 2013)


Siapa Ujian Proposal/TesisBulan Ini?
(Update 19 Agustus 2013)


Jadwal Kuliah
Jadwal kuliah semester ganjil 2013/2014 -- yang juga memuat jadwal semester genapa bagi mahasiswa angkatan 2012 intake Januari/Februari 2013.

(Update 9 September 2013)

 

TANGGAL-TANGGAL PENTING
UNTUK SEMESTER 1 T.A. 2013/2014

(update 25 Juli 2013.  Mohon dicek kembali ke DA UGM)

 Kalender akademik UGM 2013/2014 secara lengkap dapat diunduh melalui link ini.

 


Original design by Denise Michison

INTEGRATED MODEL OF WATER COLUMN CORRECTION TECHNIQUE FOR IMPROVING SATELLITE-BASED BENTHIC HABITAT MAPPING: A Case Study on Part of Karimunjawa Islands, Indonesia
(MSc Thesis at the Masters Program for Watershed and Coastal Management)

Pramaditya Wicaksono (08/279233/PGE/0768)
Under supervision of  Prof. Hartono and Projo Danoedoro

ABSTRACT

One of the most important factors that must be understood on the management of coastal area is the distribution of benthic habitat. Benthic habitat is an economically and ecologically important natural resource in coastal area. The distribution of benthic habitat can be well-presented using map. Benthic habitat map is a powerful tool for coastal management planning such as locating protected area, prediction species occurrence, evaluation of management effect and also biodiversity assessment. One of the cost-effective methods to provide such information with fast, high repetition and accurate result is using satellite image to map those resources in combination with field observation. Remote sensing technology allows us to produce good habitat maps. The problem is thehabitats are located submerged and limit the ability of remote sensing data to map the habitat.

The aims of this study is to inverse the submerged reflectance into wet reflectance using integration of concepts on how pixels value over benthic habitat is recorded by sensor, water column attenuation, and bathymetry data. The accuracy of the integrated model will be compared with the accuracy of the existing model on each classification scheme. Last purpose is to combine the integrated model with PCA to get more detailed information on benthic habitat types. The hierarchical benthic habitat classifications were derived from ecological basis and habitat spectral separability analysis. The purpose of using hierarchical scheme is to cover all the possible existing habitat and to cover different management needs. The methods used in the study were conversion into surface reflectance, sunglint removal, water column and bathymetry generation, water depth invariant index, PCA (Principle Component Analysis) transformation and integrated model. Digital classification process was carried out using maximum likelihood with knowledge-based image segmentation.

The result shows that the integrated model could inverse the submerged reflectance into wet reflectance but produced slightly lower accuracy compared to Lyzenga or PCA on each habitat classification scheme due to discrete zoning in bathymetry data. In classifying 5, 7, and 13 habitat class, Lyzenga was the most accurate with 79.59%, 74.73% and 37.89% accuracy respectively, PCA produced 82.65%, 71.57% and 37.89% respectively, and the integrated model produced 73.46%, 69.47% and 37.89% accuracy respectively. The combination of integrated model with PCA produced the most accurate result on the detailed classification scheme with average accuracy of 61.56% and overall accuracy 50%. The integrated model competes well with other methods on each classification scheme, especially on detailed classification scheme.

Key words: Remote sensing, coastal management, benthic habitat, hierarchical
classification scheme, water column, integrated model.

Lastest News

- Posted at 03/03/14 - 10:03 PM

REMOTE SENSING WORKSHOP DAN GUEST LECTURE
KERJASAMA PROGRAM PASCASARJANA FAKULTAS GEOGRAFI UGM DAN BIOPHYSICAL REMOTE SENSING GROUP, UNIVERSITY OF QUEENSLAND (UQ)

Senin-Selasa, 17-18 Februari 2014 di PUSPICS Facultas Geografi UGM

Kerjasama antara Program Pascasarjana dan PUSPICS Fakultas Geografi UGM dengan Biophysical Remote Sensing Group, School of Geography, Planning and Environmental Management, Universitas Queensland (UQ), Australia terus berlanjut, semenjak ditandatanganinya MoU antara UGM dengan UQ di tahun 2011.  Diawali dengan kunjungan ketua PUSPICS/Kaprodi S2 Penginderaan Jauh (PJ) Fakultas Geografi, Dr. Projo Danoedoro ke UQ di Brisbane untuk menerima UQ Indonesia Alumni Award pada bulan November 2011, pihak UQ mengirim Prof. Stuart Phinn dan Dr. Chris Roelfsema ke Fakultas Geografi UGM pada bulan Oktober 2012.  Pertemuan 2012 tersebut diisi dengan saling memperkenalkan diri dalam bidang keahlian di antara mereka berdua dan staf pengajar penginderaan jauh, dan dilanjutkan dengan kuliah tamu, workshop kurikulum baru S2 Penginderaan Jauh, dan bimbingan lapangan mahasiswa S1, S2 dan S3 yang mengambil topik penelitian mangrove, padang lamun dan terumbu karang di Kepulauan Karimunjawa.

Prof. Stuart Phinn (
http://www.gpem.uq.edu.au/stuart-phinn) dan Dr. Chris Roelfsema (http://www.gpem.uq.edu.au/chris-roelfsema) memberikan kuliah tamu tentang: Current Trends in Remote Sensing Studies, Coral Reef Remote Sensing dan Research Methods in Remote Sensing.  Di samping itu, mereka juga memberikan evaluasi/masukan atas presentasi para calon doktor geografi (terutama dengan minat penginderaan jauh). Acara ini juga memunculkan doktor-doktor baru, agak baru, dan dosen KPJ yang hampir doktor mendampingi Prof. Stuart Phinn dan Dr. Chris Roelfsema.

Selengkapnya.....

REKOMENDASI MATA KULIAH UNTUK MAHASISWA BARU S2 PJ (ANGKATAN 2013 YANG MASUK JANUARI/ FEBRUARI 2014)

Mahasiswa baru S2 PJ (angkatan 2013 yang masuk bulan Januari/Februari) direkomendasikan mengambil matakuliah-matakuliah berikut:

1. Kartografi: Konsep dan Teknik Pemetaan
2. Ilmu Kebumian 
3. Sistem Penginderaan Jauh Pasif: Multispektral, Termal dan Hiperspektral
4. Pengolahan dan Analisis Citra Digital  Penginderaan Jauh 
5. Sistem Informasi Geografis: Basis Data dan Infrastruktur Data Spasial
6. Sistem Penginderaan Jauh Aktif: Radar dan Lidar
7. Sistem Informasi Geografis untuk Pemodelan Spasial
8. Kuliah Kerja Lapangan S2.

Informasi detil bisa dilihat di sini.


DOKTOR BARU

Prodi S2 Penginderaan Jauh bertambah dua doktor baru, dengan lulusnya dua staf pengajarnya. Mereka adalah Dr. Noorhadi Rahardjo, MSi, PM dan Dr. Sigit Heru Murti BS, MSi,  Dr. Noorhadi Rahardjo lulus ujian terbuka promrosi doktor pada 7 Desember 2013 dengan topik kajian mengenai harga lahan; sementara Dr Sigit Heru Murti lulus ujian promosi doktor pada 1 Februari 2014 dengan topik tentang estimasi produksi pertanian. Selamat ! dan semoga segera disusul oleh dosen-dosen lainyang saat ini sedang berjuang menyelesaikan studinya.
 

KEGIATAN DOSEN DAN MAHASISWA S2 PENGINDERAAN JAUH DALAM ACRS KE-34 2013 DI BALI

Acara ACRS yang bertema “Bridging Sustainable Asia” berlangsung dari 20 – 25 Oktober 2013, dilanjutkan dengan Summer School dari 26 – 30 Oktober 2013.  Panitia penyelenggara adalah Masyarakat Penginderaan Jauh Indonesia (MAPIN/ ISRS) bekerjasama dengan ISPRS (International Society for Photogrammetry and Remote Sensing).  Total peserta ACRS adalah 1277 orang, di mana sekitar 700 peserta berasal dari luar negeri. Dari sekitar 1000 abstrak, dipilih sekitar 600 makalah yang dapat disajikan dalam bentuk poster dan dipresentasikan.  Selain Dr. Projo Danoedoro, dosen FGe yang hadir dan melakukan presentasi dalam ACRS adalah Muhammad Kamal SSi MGIS dari Universitas Queensland Australia.  Di samping itu ada 22 mahasiswa FGe (S1 dan S2) yang terlibat sebagai panitia dan sekaligus mengirim makalah untuk disajikan dalam bentuk poster maupun presentasi oral.

Selengkapnya...

Author: -

General