Geoinformation for Risk Management

Registrasi  Mahasiswa Baru Beasiswa BPPDN 2013
(update 25 Juli 2013)

Ingin Mendaftar ke Program S2 Penginderaan Jauh?
(update 7 Juli 2011)

Apakah Anda Terdaftar sebagai Mahasiswa S2 PJ di Dikti?

Cek di sini .  dan juga di sini
Perhatian: Data yang ditampilkan di website Dikti ini tidak selalu merupakan yang terbaru...

Status dan Kemajuan Studi Mahasiswa
(Update 25 Oktober 2013)


Siapa Ujian Proposal/TesisBulan Ini?
(Update 19 Agustus 2013)


Jadwal Kuliah
Jadwal kuliah semester ganjil 2013/2014 -- yang juga memuat jadwal semester genapa bagi mahasiswa angkatan 2012 intake Januari/Februari 2013.

(Update 9 September 2013)

 

TANGGAL-TANGGAL PENTING
UNTUK SEMESTER 1 T.A. 2013/2014

(update 25 Juli 2013.  Mohon dicek kembali ke DA UGM)

 Kalender akademik UGM 2013/2014 secara lengkap dapat diunduh melalui link ini.

 


Original design by Denise Michison

THE IMPACT OF LANDCOVER CHANGE ON DISCHARGE RESPONSE AND FLOOD HAZARD (A Case Study in Gesing Subwatershed, Indonesia)

ARIF PRATISTO (UGM: 19543/PS/MGISPRM/06; ITC: 17508)
Pembimbing: Projo Danoedoro (UGM), BGCM Krol (ITC, Negeri Belanda)

ABSTRACT
Population growth provokes environment problems related to space. Interaction between human and environment is very complex. Human pressure causes forest conversion from forest to other land uses which is also expressed as conversions in land cover types. Those changes are mostly caused by economic and population growth reasons. People always maximize their land to get the best benefit by choosing the commodity that gives the best benefit. Population growth needs more space for their settlement, housing and farming so that people cut down the forest. The wood will be used to make their house. One of the effects of land cover is flood on the down stream. This research aims to analyze the pattern of land cover change during 1992 to 2003 and to analyze the effect of land cover change to the discharge and flood hazard on the down stream. Land cover change in Gesing subwatershed can be divided into three parts. Land cover in the upper part changed slightly. The down stream the changing is relative not significant. The most significant land cover change happened on the middle part of Gesing subwatershed. During 1992 to 2003 the forest area decreased from 2934.76 ha in 1992 to 2419.41 ha in 2003. In the same time, the barren land increased from 102.89 ha in 1992 to 455.24 ha in 2003. Plantation area also increased from 885.67 ha in 1992 to 1048.38 ha in 2003. Conversion from forest to plantation is the highest. Total conversion area from forest to plantation is 545.84 ha. The conversion from forest to plantation occurred because the people interested in clove that gives more benefit to them. Decreasing land cover influences a negative effect on hydrological processes. It affected to the discharge. The discharge in 1992 and 2003 were modeled using PCRaster. Based on the modeling, discharge during 1992 to 2003 increased 31.28m3/s. Discharge in 1992 is 79.97m3/s and discharge in 2003 is 111.24m3/s. Increasing discharge affects to the flood hazard on Piji Kibon. In this research, flood hazard was determined by flood height. The flood height in Piji Kibon was determined using kriging in ILWIS 3.3. Based on kriging, flood height increases during 1992 to 2003. Flood height in 1992 varies from 0-0.7m and flood height in 2003 varies from 0-0,98m. The flood extent also increased. The flood area in 2003 is wider than in 1992. The flood increasing flood height is not mainly caused by land cover change. It is also caused by the rainfall and may be caused by sedimentation on the river.

Keyword:  Gesing subwatershed, Land cover change, Discharge, Flood hazard, GIS and Remote Sensing, PCRaster, ILWIS 3.3.

 

THE IMPACT OF LANDCOVER CHANGE ON DISCHARGE RESPONSE AND FLOOD HAZARD ANALISIS RISIKO DAN MITIGASI BAHAYA LONGSOR TERHADAP JARINGAN JALAN DI KECAMATAN LOANO KABUPATEN PURWOREJO
 
Ebta Adharisandi (19541/PS/MGISPRM/06)
Pembimbing: Sunarto dan Projo Danoedoro
 
INTISARI
Penelitian ini bertujuan untuk (1) menganalisis tingkat bahaya longsor di daerah penelitian, (2) menganalisis tingkat risiko longsor di daerah penelitian, (3) mengetahui mitigasi yang tepat terhadap sarana jalan dan dampak negatif bahaya longsor di daerah penelitian.  Metode pengambilan sampel menggunakan Area Sampling Method (metode sampel area) dan metode analisis bahaya yang digunakan yakni metode statistikal. Dimana langkah-langkah  yang dilakukan yakni penyiapan data dan interpretasi awal, kerja lapangan, analisa data lapangan dan reinterpretasi, dan analisis pemodelan. Dalam analisis pemodelan yang dilakukan antara lain analisis bahaya longsor, analisis kerentanan jalan terhadap longsor, dan analisis risiko longsor. Penelitian ini menggunakan pendekatan keruangan yang mengkombinasikan penggunaan Penginderaan Jauh dan Sistem Informasi Geografi.  Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 5 desa yang memiliki persentasi tinggi terhadap longsor yakni Tepansari (4,58%), Mudalrejo  (3,72%), Kalisermo (3,58%),Jetis (3,56%) dan Desa Rimun (3,52%). Jalan yang memiliki kerentanan tinggi terhadap longsor yakni Jalan lain/jalan desa (2,75 km), Jalan setapak (2,07 km) dan Jalan lokal/jalan Kabupaten (0,77 km). Sedangkan penilaian risiko tinggi terhadap  longsor menunjukkan bahwa Jalan lain (1,17 km), jalan setapak (1,06 km) dan jalan lokal (0,26 km). Mitigasi yang dapat dilakukan untuk mengatasi bahaya longsor dapat dilakukan dengan dua cara struktural dan non struktural. Cara struktural yakni dengan cara mengubah geometri lereng, pengendalian air permukaan, pengendalian air rembesan dan pembuatan bangunan untuk stabilitas, sedangkan cara non struktural dapat dilakukan  dengan mengadakan pelatihan dan pemasangan rambu daerah rawan longsor.

Kata kunci : Longsor, Risiko, Jalan, Mitigas, Penginderaan Jauh, SIG

KAJIAN RISIKO TSUNAMI TERHADAP BANGUNAN GEDUNG NON-HUNIAN DENGAN SKENARIO VARIASI KETINGGIAN RUN-UP PADA GARIS PANTAI (STUDI KASUS KOTA BANDA ACEH, INDONESIA)

Rudiansyah Putra (19546/PS/MGISPRM/06)
Pembimbing: Junun Sartohadi, Hartono

INTISARI
Bencana tsunami merupakan suatu fenomena alam yang dapat terjadi kapan saja dan tidak dapat diprediksi. Setelah bencana gempabumi dan tsunami 26 Desember 2004, Kota Banda Aceh perlu penataan pembangunan kota yang baik dengan pertimbangan tingkat risiko tsunami. Penelitian ini dilakukan kajian risiko tsunami terhadap bangunan gedung non-hunian di Kota Banda Aceh dengan skenario variasi ketinggian run-up tsunami pada garis pantai. Maksud dan tujuan penelitian ini adalah pengkajian risiko tsunami berdasarkan skenario variasi ketinggian gelombang tsunami pada garis pantai dengan analisis risiko berdasarkan model spasial bahaya, dan kerentanan bangunan gedung non-hunian di Kota Banda Aceh. Penentuan nilai kerentanan, permodelan run-up, analisis bahaya dan analisis risiko dilakukan dengan pendekatan spasial yaitu aplikasi Penginderaan Jauh (PJ) dan Sistem Informasi Geografis (SIG). Penelitian ini memodelkan rambatan genangan tsunami pada Kota Banda Aceh dengan skenario variasi ketinggian run-up pada garis pantai, yaitu 2 meter, 5 meter, 10 meter, 15 meter, 20 meter, dan 30 meter. Penelitian ini mempertimbangkan bangunan gedung non-hunian sebagai element at risk. Dengan penggunaan Sistem Geo-Informasi (PJ-SIG), risiko tsunami dianalisis berdasarkan klas bahaya dan kerentanan bangunan gedung non-hunian. Distribusi klas bahaya ditetapkan berdasarkan distribusi ketinggian tsunami di daratan. Klas kerentanan dianalisis dengan menggunakan metode analisis multi kriteria. Berdasarkan hasil kajian risiko tsunami tersebut, ditunjukkan bahwa akumulasi jumlah bangunan gedung non-hunian yang berisiko di Kota Banda Aceh menunjukkan hubungan yang tidak linear yakni cenderung membentuk kurva S untuk masing-masing skenario variasi ketinggian run-up pada garis pantai.

Kata Kunci: risiko tsunami, permodelan genangan tsunami, bangunan gedung non-hunian, PJ-SIG, kerentanan bangunan gedung

 

Lastest News

- Posted at 03/03/14 - 11:03 PM

REMOTE SENSING WORKSHOP DAN GUEST LECTURE
KERJASAMA PROGRAM PASCASARJANA FAKULTAS GEOGRAFI UGM DAN BIOPHYSICAL REMOTE SENSING GROUP, UNIVERSITY OF QUEENSLAND (UQ)

Senin-Selasa, 17-18 Februari 2014 di PUSPICS Facultas Geografi UGM

Kerjasama antara Program Pascasarjana dan PUSPICS Fakultas Geografi UGM dengan Biophysical Remote Sensing Group, School of Geography, Planning and Environmental Management, Universitas Queensland (UQ), Australia terus berlanjut, semenjak ditandatanganinya MoU antara UGM dengan UQ di tahun 2011.  Diawali dengan kunjungan ketua PUSPICS/Kaprodi S2 Penginderaan Jauh (PJ) Fakultas Geografi, Dr. Projo Danoedoro ke UQ di Brisbane untuk menerima UQ Indonesia Alumni Award pada bulan November 2011, pihak UQ mengirim Prof. Stuart Phinn dan Dr. Chris Roelfsema ke Fakultas Geografi UGM pada bulan Oktober 2012.  Pertemuan 2012 tersebut diisi dengan saling memperkenalkan diri dalam bidang keahlian di antara mereka berdua dan staf pengajar penginderaan jauh, dan dilanjutkan dengan kuliah tamu, workshop kurikulum baru S2 Penginderaan Jauh, dan bimbingan lapangan mahasiswa S1, S2 dan S3 yang mengambil topik penelitian mangrove, padang lamun dan terumbu karang di Kepulauan Karimunjawa.

Prof. Stuart Phinn (
http://www.gpem.uq.edu.au/stuart-phinn) dan Dr. Chris Roelfsema (http://www.gpem.uq.edu.au/chris-roelfsema) memberikan kuliah tamu tentang: Current Trends in Remote Sensing Studies, Coral Reef Remote Sensing dan Research Methods in Remote Sensing.  Di samping itu, mereka juga memberikan evaluasi/masukan atas presentasi para calon doktor geografi (terutama dengan minat penginderaan jauh). Acara ini juga memunculkan doktor-doktor baru, agak baru, dan dosen KPJ yang hampir doktor mendampingi Prof. Stuart Phinn dan Dr. Chris Roelfsema.

Selengkapnya.....

REKOMENDASI MATA KULIAH UNTUK MAHASISWA BARU S2 PJ (ANGKATAN 2013 YANG MASUK JANUARI/ FEBRUARI 2014)

Mahasiswa baru S2 PJ (angkatan 2013 yang masuk bulan Januari/Februari) direkomendasikan mengambil matakuliah-matakuliah berikut:

1. Kartografi: Konsep dan Teknik Pemetaan
2. Ilmu Kebumian 
3. Sistem Penginderaan Jauh Pasif: Multispektral, Termal dan Hiperspektral
4. Pengolahan dan Analisis Citra Digital  Penginderaan Jauh 
5. Sistem Informasi Geografis: Basis Data dan Infrastruktur Data Spasial
6. Sistem Penginderaan Jauh Aktif: Radar dan Lidar
7. Sistem Informasi Geografis untuk Pemodelan Spasial
8. Kuliah Kerja Lapangan S2.

Informasi detil bisa dilihat di sini.


DOKTOR BARU

Prodi S2 Penginderaan Jauh bertambah dua doktor baru, dengan lulusnya dua staf pengajarnya. Mereka adalah Dr. Noorhadi Rahardjo, MSi, PM dan Dr. Sigit Heru Murti BS, MSi,  Dr. Noorhadi Rahardjo lulus ujian terbuka promrosi doktor pada 7 Desember 2013 dengan topik kajian mengenai harga lahan; sementara Dr Sigit Heru Murti lulus ujian promosi doktor pada 1 Februari 2014 dengan topik tentang estimasi produksi pertanian. Selamat ! dan semoga segera disusul oleh dosen-dosen lainyang saat ini sedang berjuang menyelesaikan studinya.
 

KEGIATAN DOSEN DAN MAHASISWA S2 PENGINDERAAN JAUH DALAM ACRS KE-34 2013 DI BALI

Acara ACRS yang bertema “Bridging Sustainable Asia” berlangsung dari 20 – 25 Oktober 2013, dilanjutkan dengan Summer School dari 26 – 30 Oktober 2013.  Panitia penyelenggara adalah Masyarakat Penginderaan Jauh Indonesia (MAPIN/ ISRS) bekerjasama dengan ISPRS (International Society for Photogrammetry and Remote Sensing).  Total peserta ACRS adalah 1277 orang, di mana sekitar 700 peserta berasal dari luar negeri. Dari sekitar 1000 abstrak, dipilih sekitar 600 makalah yang dapat disajikan dalam bentuk poster dan dipresentasikan.  Selain Dr. Projo Danoedoro, dosen FGe yang hadir dan melakukan presentasi dalam ACRS adalah Muhammad Kamal SSi MGIS dari Universitas Queensland Australia.  Di samping itu ada 22 mahasiswa FGe (S1 dan S2) yang terlibat sebagai panitia dan sekaligus mengirim makalah untuk disajikan dalam bentuk poster maupun presentasi oral.

Selengkapnya...

Author: -

General